Senin, 07 Agustus 2017

LAYER OSI DAN TCP

LAYER JARINGAN

LAYER OSI DAN TCP/IP DALAM JARINGAN


Layer OSI







ž  1. Pengertian Layer OSI
Masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karena mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Layer OSI ada 7 buah, berikut adalah nama – nama layer tersebut :

7th. Application


Fungsi Layer Application :
Berfungsi sebagai interface aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Pada layer inilah sesungguhnya user “berinteraksi dengan jaringan”
Contoh : FTP, SMTP, HTTP, POP3, NFS, telnet

6th. Presentation


Fungsi Layer Presentation :
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
Protocol pada layer ini adalah sejenis redirector software, seperti network shell (semacam virtual network computing (VNC) atau remote desktop protocol (RDP))

5th. Session

Fungsi Layer Session :
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dimulai, dipelihara, dan diakhiri. Selain itu, di layer ini juga dilakukan resolusi nama.
Protocol pada layer ini :
1.            Net BIOS
2.            Net BEUI (Net BIOS Extended User Interface)
3.            ASDP (Apple Talk Data Stream Protocol)
4.            PAP (Printer Access Protocol)

4th. Transport

Fungsi Layer Transport :
Berfungsi untuk memecah data menjadi paket-paket data serta memberikan nomor urut setiap paket sehingga dapat disusun kembali setelah diterima.
layer ini juga bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal dan menyediakan penganan error

3rd. Network

Fungsi Layer Network :
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3

2nd. Data-link

Fungsi Layer Data-link :
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut frame yang berhubungan dengan hardware kemudian diangkut melalui media
Layer ini juga mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error

1st. Physical

Fungsi Layer Physical :
Berfungsi untuk mendefinisikan media dan menjaga transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan, dan pengkabelan.

Layer TCP/IP

 

Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram di atas, TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis.
Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Berikut adalah macam – macam Layer TCP/IP , yaitu :

4th. Application

Fungsi Layer Apllication :
Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll.

3rd. Transport

Fungsi Layer Transport :
Transport Layer berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer. Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP.

2nd. Internet

Fungsi Layer Internet :
Internet Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.

1st. Network Access

Fungsi Layer Network Access :
Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protok seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay.

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN OSI DAN TCP/IP

TCP/IP atau Transmission Control Protocol/Internet Protocol adalah model jaringan yang digunakan untuk komunikasi data dalam proses tukar-menukar informasi di internet. Sedangkan OSI Model atau Open System Interconnection Model adalah sebuah model jaringan yang dikembangkan secara resmi oleh International Standart Organization untuk melakukan sebuah standarisasi proses pembentukan jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh masing-masing vendor pembuat jaringan komputer. Kedua model tersebut bertujuan untuk melakukan standarisasi pengggunaan jaringan. 



Tabel Perbandingan OSI Layer dan TCP/IP Layer :




PERSAMAAN DAN PERBEDAAN MODEL OSI DAN TCP/IP


·                       Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
1.            OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer.
2.            TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalahProtocol Independen.3.
3.            Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan sessiondirepresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP,yaitu layer.
4.            Semua standard yang digunakan pada jaringan TCP/IP dapat diperoleh secaracuma-cuma dari berbagai komputer di InterNet, tidak seperti OSI.
5.            Perkembangan ISO/OSI tersendat tidak seperti TCP/IP.
6.            Untuk jangka panjang, kemungkinan TCP/IP akan menjadi standart dunia jaringankomputer, tidak seperti OSI.
7.            OSI mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan TCPmengembangkan modelnya setelah sudah diimplementasikan.
8.            TCP/IP mengombinasikan presentation dan session layer OSI ke dalam applicationlayer.
9.            TCP/IP mengombinasikan data link dan physical layers OSI ke dalam satu layer.
10.          TCP/IP lebih sederhana dengan 4 layer.
11.          TCP/IP lebih kredibel karena protokolnya. Tidak ada network dibangun dengan protokol OSI,walaupun setiap orang menggunakan model OSI untuk memandu pikiran mereka.
·                     Persamaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :
1.              Keduanya memiliki layer (lapisan).
2.              Sama – sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.
3.              Memiliki transport dan network layer yang sama.
4.              Asumsi dasar keduanya adalah menggunakan teknologi packet switching.
5.              Dua-duanya punya transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.
6.              Dua-duanya menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).
7.            TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”.

Cara kerja  OSI dengan TCP/IP

OSI

Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer aphysical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.

TCP/IP

Layer-layer dan protokol yang terdapat dalam arsitektur jaringan TCP/IP menggambarkan fungsi-fungsi dalam komunikasi antara dua buah komputer. Setiap lapisan menerima data dari lapisan di atas atau dibawahnya, kemudian memproses data tersebut sesuai fungsi protokol yang dimilikinya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya. Ketika dua komputer berkomunikasi, terjadi aliran data antara pengirim dan penerima melalui lapisan-lapisan di atas. Pada pengirim, aliran data adalah dari atas ke bawah.


Share:

Minggu, 06 Agustus 2017

TOPOLOGI JARINGAN

Topologi jaringan
Topologi jaringan adalah bentuk perancangan jaringan baik secara fisik maupun secara logik yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan  komputer.

Macam - Macam topologi jaringan komputer

Pada sistem jaringan lokal terdapat tiga topologi utama yang sering digunakan, yaitu : BUS, STAR, dan RING. topologi ini kemudian berkembang menjadi topology tree dan mesh yang merupakan kombinasi antara start mesh, dan bus, dengan kepopuleran teknologi nirkabel, maka lahir pula satu topology baru yaitu wireless.

Topologi yang dimaksud antara lain :

  1. Topologi Bus
  2. Topologi Ring (Cincin)
  3. Topologi Star (Bintang)
  4. Topologi Tree (Pohon)
  5. Topologi Mesh (Tak Berurutan)
  6. Topologi daisy chain
  7. Topologi Hybrid
  8. Topologi Wireless (Nirkabel)

Topologi Bus

Topologi Bus sering disebut topologi backbone, dimana ada satu kabel yang dibentangkan dari ujung ke ujung, kemudian kedua ujungnya ditutup dengan terminator atau terminating resistance. sederhananya, topologi bus merupakan  bentangan suatu kabel  yang kedua ujungnya tertutup, dimana sepanjangnya jalan terdapat node - node.




Kelebihan dan Kekurangan Topologi Bus

Kelebihan Topologi Bus

  1. Sangat mudah untuk set-up dan memperluas jaringan bus.
  2. Panjang kabel yang dibutuhkan untuk topologi ini paling pendek di banding dengan toplogi lain.
  3. Biaya topologi Bus sangat efisien.
  4. Jaringan Linear Bus banyak digunakan dalam jaringan kecil. Baik untuk LAN.

Kekurangan Topologi Bus

  1. Ada batas pada panjang kabel pusat dan jumlah node yang dapat terhubung.
  2. Ketergantungan pada kabel pusat di topologi ini merupakan kerugian, jika kabel utama (yaitu bus) bermasalah, seluruh jaringan rusak.
  3. Terminasi yang tepat diperlukan untuk membuang sinyal. Penggunaan terminator adalah keharusan.
  4. Sulit untuk mendeteksi dan memecahkan masalah jika terjadi kesalahan di setiap node.
  5. Biaya pemeliharaan bisa lebih tinggi.
  6. Efisiensi jaringan Bus akan berkurang seiring dengan meningkatnya jumlah perangkat yang terhubung.
  7. Hal ini tidak cocok untuk jaringan dengan lalu lintas berat.
  8. Keamanan sangat rendah karena semua komputer menerima sinyal yang dikirim dari sumber.

Topologi Ring (Cincin)

Topologi Ring (Cincin) adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik  yang masin - masing terhubung dua titik  lainya, sehingga membentuk jalur melingkar seperti cincin. Didalam topologi ring  semua workstation dan server menghubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. tiga fungsi yang diperlukan dalam topologi ring adalah penyelipan data, penerimaan data, dan pemindahan data.



Penyelipan Data

Penyelipan data adalah proses dimana data dimasukkan kedalam saluran transmisi oleh terminal pengirim setelah diberi alamat dan bit - bit tambahan lainya.

Penerimaan Data

Penerimaan data
 adalah proses ketika terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, yaitu dengan cara  membandingkan alamat yang ada pada paket data dengan alamat terminal itu sendiri. apabila alamat tersebut sama, maka data kiriman disalin.

Pemindahan Data


Pemindahan data
 adalah proses ketika kiriman data diambil kembali oleh terminal pengirim, karena tidak ada terminal yang menerimanya. jika data tidak diambil kembali, maka data ini akan berputar putar  dalam saluran.


Kelebihan dan Kekurangan Topologi Ring

Kelebihan Topologi Ring
  1. Jenis topologi jaringan sangat terorganisir. Setiap node akan untuk mengirim data ketika menerima token kosong. Hal ini membantu untuk mengurangi kemungkinan tabrakan. di topologi ring semua lalu lintas mengalir hanya satu arah dengan kecepatan yang sangat tinggi.
  2. Bahkan ketika beban pada jaringan meningkat, kinerjanya lebih baik daripada topologi Bus.
  3. Tidak perlu server jaringan untuk mengontrol konektivitas antara workstation.
  4. Komponen tambahan tidak mempengaruhi kinerja jaringan.
  5. Setiap komputer memiliki akses yang sama terhadap sumber daya.

Kekurangan Topologi Ring 

  1. Setiap paket data harus melewati semua komputer antara sumber dan tujuan. Hal ini membuat lebih lambat dari topologi Star.
  2. Jika salah satu workstation atau port turun, seluruh jaringan akan terpengaruh.
  3. Jaringan sangat tergantung pada kabel yang menghubungkan komponen yang berbeda.
  4. Kartu jaringan yang mahal dibandingkan dengan kartu Ethernet dan hub.


Topologi Star (Bintang)

Topologi Star (Bintang ) adalah topologi dimana masing - masing workstasion dihubungkan langsung ke server, switch, atau HUB. Pada topologi ini sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi  yang terjadi. Terminal kontrol pusat biasanya sebuah komputer yang difungsikan sebagai pengendali atau bisa juga berupa HUB atau switch.




Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Kelebihan Topologi Star
  1. Sangat fleksibel
  2. Kontrol terpusat.
  3. Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk
  4. Tingkat keamanan termasuk tinggi

Kekurangan Topologi Star

  1. Boros kabel
  2. Perlu pengamanan khusus
  3. Kegagalan kontrol pusat dapat memutuskan semua komunikasi

Topologi Tree (pohon)

Topologi Tree (Pohon) Merupakan pengembangan dan kombinasi antara topologi star dan topologi bus. topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. komputer komputer dihubungkan ke HUB, sedangkan HUB lain menghubungkan sebagai jalur  tulang punggung. topologi ini disebut juga dengan topologi jaringan bertingkat.



Topologi tree dimulai dari suatu titik yang disebut dengan headend. dari headend, beberapa kabel ditarik menjadi cabang dan pada setiap cabang terhubung oleh beberapa terminal dalam bentuk bus, atau dicabangkan lagi hingga menjadi rumit

Ada dua kesulitan pada topologi ini

  1. Karena bercabang  maka diperlukan cara untuk menunjukan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditunjukkan.
  2. perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal dalam jaringan

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree

Kelebihan Topologi Tree
Dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain yang dibentuk untuk terminal penjualan.

Kelemahan Topologi Tree
Apabila simpul yang lebih tinggi tidak berfungsi, maka kelompok lain yang berada dibawahnya menjadi tidak efektif, dan cara kerja jarinan tree menjadi relatif lambat.

Topologi Mesh(Tidak Berurutan)

Topologi Mesh (Tidak berurutan) suatu bentuk hubungan antar perangkat, dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perankat lain yang ada didalam jaringan. sehingga setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated link). topologi mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi akan menjadi sulit terdeteksi. selain kurang ekonomis, topologi ini juga relatif mahal dalam pengoprasianya.




Kelebihan dan Kekurangan Topologi Mesh

Kelebihan Topologi Mesh
  1. Hubungan dedicated link menjamin data langsung dikirim ke komputer tujuan  tanpa harus melalui komputer lain. sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusu untuk berkomunikasi dengan komputer yang di tuju saja.
  2. privacy dan scurity pada topologi mesh lebih terjamin karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan bisa diakses oleh komputer lainya.

Kekurangan Topologi Mesh

  1. Biayanya relatif mahal
  2. Membutuhkan banyak kabel dan port input dan output

Topologi Daisy Chain

Topologi Daisy Chain merupakan peralihan dar topologi bus dan ring. Dimana setiap simpul dalam topologi ini  terhubung langsung ke dua simpul lain melalui segemn kabel, tetapi sgmen kabel membentuk saluran, bukan lingkaran utuh




Kelebihan dan Kekurangan Daisy Chain

Kelebihan Topologi Daisy Chain
  1. Instalasi dan pemeliharaanya murah
  2. Semua node memiliki status yang sama 

Kekurangan Topologi Daisy Chain

  1. Bila ada kerusakan pada satu komputer, maka komputer lain akan ikut terganggu.
  2. Traffik tinggi
  3. Dibutuhkan repeater untuk jarak jauh

Topologi Hybrid

Topologi hybrid merupakan gabungan atau kombinasi dua atau lebih topologi jaringan. topology hybrid sering juga disebut tree topology. sederhananya, topologi hybrid adalah gabungan dari topologi yang ada.




Kelebihan dan Kekurangan Hybrid

Kelebihan Topologi Hybrid
  1. Cocok untuk jaringan dengan volume traffik yang rendah
  2. kontrol manajemen mudah, karena bersifat terpusat dan terbagi dalam tingkatan atau jenjang.

Kekurangan Topologi Hybrid

  • Jika salah satu node rusak, maka node yang berada dijenjang bagian bawah tidak berfungsi


Topologi Wireless (Nirkabel)

Jaringan Nirkabel menjadi trend sebagai alternatif dari jaringan kabel, terutama untuk pengembangan LAN tradisional, karena dapat mengurangi biaya pemasangan kabel dan mengurangi tugas relokasi kabel  apabila terjadi perubahan dalam arsitektur bangunan. topologi ini dikenal dengan berbagai nama, misalnya : WLAN, WaveLAN, HotSpot, dan lain sebagainya.

Topologi jaringan wireless antara lain :

1. Topology Ad-Hoc

Topologi ini sama seperti  jaringan peer to peer. Artinya jaringan yang dibangun hanya menggunakan komponen wireless LAN Card tanpa menggunakan acces point sebagai penghubung.



2. Topologi Insfratuktur

Topologi ini selain menggunakan wireless LAN card pada masing - masing komputer juga menggunakan acces point sebagai media penghubungnya. jadi, client harus melalui acces pointterlebih dahulu  sebelum terhubung dengan client yang lain.




Kelebihan dan Kekurangan Wireless (Nirkabel)

Kelebihan Topologi Wireless (Nirkabel)
  1. Mobilitas dan prodektifitas tinggi
  2. Kemudahan dan kecepatan instalasi

Kekurangan Topologi Wireless (Nirkabel)

  1. Biaya peralatan mahal
  2. Delay yang besar

Share:

Categories

Theme Support